Tuesday, December 27, 2016

Dilema Keluarga Besar


Keluarga lintas generasi

Memiliki keluaga besar itu, menurutku, lebih banyak gak enaknya daripada enaknya. Masa-masa menyenangkan di keluarga besar itu hanyalah ketika kamu masih seorang bocah ingusan yang tidak tau apa-apa. Setiap keluarga besar ngumpul, kamu dapat dua kebahagiaan. Pertama, kamu bisa bertemu dengan saudara sepupu, yang bahkan kamu gak tau udah dilahirkan ke dunia ini, dan bermain bareng mereka. 

Di saat seperti inilah kamu dapat sebuah bonus besar dari orangtua yang disebut “Izin Begadang”. Yup, kamu bebas bermain semalam suntuk dengan sepupumu, dengan catatan orang dewasa belum tidur. Kalo orang dewasa udah tidur, kamu harus tahu diri untuk ikut tidur juga.

Kebahagiaan yang kedua adalah kamu menerima uang jajan. Dengan berkumpulnya keluarga besar, ada aturan tidak tertulis bahwa anak kecil seperti kamu akan segera menjadi saudagar. Apalagi kalo hari raya, tuh. Kantongmu bakal penuh dengan uang yang oleh pamanmu disebut sebagai “Uang beli permen”. Sialnya, begitu mereka semua pulang, uang-uang tersebut akan segera disedot ke kantong orangtuamu. Katanya sih untuk ditabung. Katanya.

Duitnya ditabung ya, Dek


Nah, cuma dua kebahagiaan itulah yang kamu dapatkan dari keluarga besar. Semakin kamu besar, kamu akan menyadari kalau mempunyai keluarga besar itu nyebelin banget. Kebahagiaan pertama, yaitu begadang gak akan lagi kamu rasakan sebagai kebahagiaan. Reuni dengan kasur adalah hal yang kamu nantikan ketika udah gede. Yang kedua, yaitu dapat uang jajan. Ini udah gak berlaku lagi, karena kamulah yang sekarang memberikan uang jajan untuk sepupumu yang masih bocah. Pulang-pulang, kamu malah lebih miskin daripada anak kecil.

Semakin kamu besar juga, kamu akan menyadari kalau keluarga besar tuh suka banget ikut campur dengan kehidupanmu. Rasanya tenggorokan mereka bakal diserang semut rang-rang kalo gak mengomentari tentang hidupmu. Sok-sok memberi nasihat tentang hidup, yang mereka sendiri belum tentu lakuin. Kalo selera humormu bagus, kamu mungkin bisa menertawai kemunafikan yang terjadi di keluarga besar.

Dan ini yang ku alami.

Paman dan tanteku itu selalu menceramahiku dengan susahnya hidup mereka dulu, mengenai gaya hidupku yang dianggap jorok, mengenai pemikiranku yang dianggap gak kreatif, dan juga mengenai pilihan-pilihan hidupku. Padahal, mereka sendiri gak pernah mengatakan hal yang sama kepada anak mereka. Dan kelakuan anaknya malah lebih berantakan daripada hidupku. Anak mereka selalu dimanja (entah kemana semua ocehan mengenai kesusahan hidup tadi), gak pernah dipertanyakan tujuan hidupnya, dan dibiarkan saja ketika tidak hormat kepada orangtua. Ironis banget kan.

Mereka sanggup menasehatiku dengan berbagai kalimat pedas yang bikin kuping panas, tapi gak sanggup menasehati anak mereka sendiri.

Tapi, yang paling parah dari semua itu adalah, mereka berusaha menentukan tujuan hidupku. Mereka ingin memilih pilihan-pilihan hidup yang akan kujalani. Mungkin, karena mereka gak bisa mengatur anak mereka, mereka mengalihkannya kepadaku. Mereka mencerca pilihan yang kuambil dalam hidup, menjatuhkan mentalku, dan seperti biasa memberi pilihan yang menurut mereka lebih masuk akal.

Jujur, aku udah muak dengan semua ini. Ingin rasanya hidup menjauh dari mereka semua. Aku ingin memulai hidup baru. Hidup yang kujalani dengan pilihan-pilihanku sendiri. Kalaupun nanti pilihan itu membawaku ke dalam keterpurukan hidup. Tidak masalah. Bagiku, lebih baik menyesali hidup yang sengsara karena keputusanku sendiri, daripada menjalani hidup karena keputusan orang lain. Aku ingin mengisi hidup dengan berbagai pengalaman yang bisa kunikmati suka dan dukanya.

Om Deddy Corbuzier pernah bilang, “Belajar dari pengalaman sendiri, rasanya seperti menelan pil pahit. Karena itu, belajarlah dari pengalaman orang lain.”

Tapi, menurutku, kita gak akan bisa seutuhnya belajar dari pengalaman orang lain. Semua orang sukses itu pengalamannya beda-beda. Meskipun mereka menceritakan resep kesuksesan mereka dan kamu praktekkan mati-matian. Kamu tetap aja gak akan bisa menjalani hidup seperti mereka. Kamu gak akan bisa terhindar dari kegagalan meskipun sudah belajar dari semua pengalaman hidup mereka sampai ke yang paling detil. Kita harus membuat formula sukses kita sendiri. Kita harus gagal, supaya mengenal yang namanya berhasil.

Karena itulah, mulai sekarang aku akan menyuarakan keinginan dan pendapatku, meskipun ditentang oleh keluarga. Aku udah capek mengikuti semua kemauan mereka, dan mencincang keinginanku sendiri. Bukan berarti aku tidak menghormati mereka. Aku tetap menghormati mereka sebagai anggota keluarga yang lebih tua. Tapi, itu bukan berarti mereka memiliki hak penuh untuk mengatur hidupku.

Aku

Ingin

Bebas

Seperti

Binatang

Jalang



Hmmm..kalau kamu gimana? Pernah merasakan hal kayak gini juga gak? Cerita-cerita yuk di kolom komentar.

Salam Asal.

Lanjut Baca Terus >>>

Thursday, October 13, 2016

Mengubah Kenangan Menjadi Rupiah

Udah pada nonton Warkop DKI Reborn belum? Katanya sih film ini resmi menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Udah 5 juta lebih penontonnya. Meskipun aku sendiri belum nonton, karena merasa film-film gini menurutku gak seharusnya reborn. Dan yang kudengar juga, ending filmnya kentang abis. Sama kayak ending Comic 8 Casino King part 1. Endingnya bersambung kayak sinetron. Kalau mau bikin ending menggantung itu setidaknya bikin kayak Harry Potter atau Insidious gitu kek. Cerita selesai namun masih ada kelanjutannya yang bikin penasaran. Bukan bersambung di tengah-tengah cerita. Ini juga yang bikin aku males nonton kelanjutan film Comic 8.
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, October 10, 2016

Keindahan Danau Toba dari Bukit Merek, Sidikalang.

        Danau Toba termasyhur bukan hanya di negaranya sendiri, yang merupakan danau terbesar di Indonesia. Namun sangat terkenal juga di mancanegara. Keindahan danau Toba, legenda yang menyertainya, hingga beragam cerita wisata sangat menarik untuk dilihat lebih dekat.

          Dari bukit Merek, Sidikalang danau Toba terhampar gagah. Udara bukit yang sejuk membuat orang betah untuk menghabiskan waktu berlama-lama di tempat tersebut.
Lanjut Baca Terus >>>

Wednesday, October 5, 2016

[CERPEN] Tujuan Hidup



“Pernah gak, sih kamu berpikir tentang kehidupan?”

Aku membuka mata malas-malasan. Pad sedang menatap langit bersalju dengan roman wajah sendu. Ini anak kerjaannya galau mulu. Kena virus remaja kekinian kali ya.

 “Nggak juga. Kenapa? Kamu mau sok berpikir seperti filsuf lagi?” Aku menguap lebar-lebar.
Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, October 1, 2016

[KONSULTASAL] Gebetan Gak Tau Diri



Beberapa hari yang lalu, ketika aku lagi asik baca Webtoon, tiba-tiba masuk satu email baru. Aku pikir paling email yang berisi newsletter lagi. Ternyata bukan. Isinya adalah curhatan seseorang. Padahal aku udah jarang ngeblog dan ngeposting Konsultasal. Tapi, tetep aja ada yang mau curhat. Jadi terharu.

Pasien kali ini, sebut saja namanya Arin, curhat tentang hubungan tanpa status
Lanjut Baca Terus >>>

Tuesday, July 5, 2016

Horeee..Guruku Masuk Penjara

Syalom.

Akhir-akhir ini medsos lagi rame banget sama kasus murid yang menuntut gurunya hanya karena dicubit. Ketika awalnya aku ngeliat foto yang memperlihatkan cubitannya, rada simpati juga sih. Ampe biru-biru gitu loh. Ini cubitannya pake puntiran apa ya? Tapi, setelah fotonya yang merokok tersebar, jadi ilfil seketika. Merokok kan katanya bikin terlihat jantan dan macho, lah dicubit doang udah ngadu. Malu sama bungkus rokok. Aku yakin kebanyakan kalian juga ngebully dia karena itu kan?


Aku juga baca di beberapa artikel, anak ini adalah anak seorang tentara. Wow. Temen-temenku yang anak polisi atau tentara, biasanya didikannya lebih keras soal kedisiplinan. Tapi, ini kok lembek banget? Kayak kerupuk kena siram air.
Ada beberapa pihak yang terbelah karena kasus ini. Ada yang mendukung si guru, ada pula yang beranggapan kalau hukuman fisik tidak boleh lagi diterapkan di zaman
Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, May 28, 2016

[Cerpen] Invasi Makhluk Asing

Aku melirik sekilas kepada Ibu.

“Apakah mereka akan keluar pagi ini?”

Ibu menghentikan kegiatan mengasah parangnya. Lalu memandangku lurus-lurus, “Entahlah, Nak. Kita tunggu saja.” Kemudian, dia kembali asik mengasah parang.
Srengg..srengg..srengg. Suara parang yang beradu dengan batu asahan membuatku ngilu. Rasa ngilu seperti yang kamu rasakan ketika ada yang mencakar papan tulis dengan kuku.

Ibu mengecek ketajaman parang, membilasnya dengan air, lalu menempelkannya di jidat sambil mengucap doa yang tidak jelas bunyinya. Apakah seserius ini kondisi yang kami hadapi?


Angin pagi menggelitik tubuhku. Membawa serta aroma-aroma alam, termasuk beberapa aroma busuk. Aku bergidik. Membetulkan posisi sarung di badan.

“Apakah Ibu pernah melawan mereka sebelumnya?”

“Ya, tentu. Ketika ibu seumuranmu, nenek melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan. Sambil mengunyah sirih, ‘Untuk mengusir dingin’, katanya.”

Kepalaku tiba-tiba penuh dengan berbagai adegan menyeramkan. Membayangkan ibu yang berada di posisiku sekarang. Setengah telanjang. Kuusir jauh-jauh pikiran itu.

“Apakah mereka benar-benar menyeramkan?”

Ibu tampaknya tidak terganggu dengan pertanyaanku yang datang terus menerus.

“Ya. Mereka sangat menyeramkan. Wajah dan bokong mereka benar-benar mirip. Kamu tidak akan tau apa bedanya. Kulit mereka dipenuhi lendir dan mereka selalu menggeliat menjijikkan. Bahkan, ada mitos yang mengatakan bahwa kau harus membelah kepala mereka. Jika tidak, mereka akan kembali hidup.” Ibu mempraktekkan proses pembelahan kepala kepada sebuah ranting malang yang ada di dekatnya.

Kenapa manusia suka sekali menjadikan alam sebagai bahan percobaan?

Rasa bosan mulai menggelayut di kepalaku. Aku berkali-kali menguap. Ditambah kakiku yang kesemutan karena terlalu lama jongkok. Ibu sekarang asik memainkan semprotan nyamuk. ‘Senjata tambahan’, katanya.

Parang dan semprotan nyamuk. Aku tidak akan heran kalau dari dalam daster ibu tiba-tiba keluar granat tangan.

“Apakah kita bisa melakukannya  besok atau hari lain?” Aku mencoba bernegosiasi. Rasanya aku masih belum siap untuk aktivitas seperti ini.

“Tidak. Keadaan akan memburuk jika kita terus menunda. Keadaanmu lebih tepatnya. Lagipula, ibu sudah menambahkan racun di sekitar sarangnya semalam. Dia pasti keluar hari ini.”

Tiba-tiba aku merasakan kehadirannya. Seperti Spiderman yang bisa merasakan hawa jahat dengan inderanya. Aku merasakan mereka perlahan-lahan menggeliat dari lubang yang selama ini dianggapnya rumah. Semua bulu di tubuhku meremang. Gemulai badannya santai bak Putri Keraton. Menikmati pemandangan yang ada di sekitar.

“Ibu..” erangku lemah. “Dia datang!”


“Tahan sebentar. Berusahalah lebih keras.” Ibu menggengam tanganku. “Sebentar lagi dia akan keluar. Ibu bisa melihatnya.”

Aku mengatur pernapasan. Berusaha untuk tidak melihat ke bawah. Menjaga supaya pandangan mataku tidak bertumbukan dengan mata makhluk tersebut. Aku menengadah. Formasi bintang tiba-tiba berubah menjadi sebuah naga raksasa yang siap menyemburkan api.

Ibu mengeluarkan capit dari dalam dasternya. Hmm..aku tidak melihat capit itu tadi. Kenapa bisa ada dis...

“Arrghhhhhhhh...”

Aku mengerang keras ketika ibu menarik makhluk itu dari tubuhku. “Tahan, Nak. Teruslah mendorong.” Dengan beringas, ibu menarik tubuh makhluk itu. Kasar seperti petugas Satpol PP yang mengusir pedagang kaki lima.

Ingusku merembes turun, jatuh ke sela-sela bibirku. Aku menarik napas panjang, dan dengan sentakan terakhir, aku mendorong makhluk itu keluar. 
HUAAHH...

Rasa lega membanjir di dadaku. Di hadapanku, ibu sedang bergulat dengan makhluk tersebut. Gayanya seperti Triple H yang bersiap melancarkan jurus pedigree. Kamu tidak tau siapa itu Triple H? Sayang sekali.

TAKK. PUKK. PUKK. CROT..

Kepala makhluk tersebut terbelah karena parang Ibu. Kurang puas, Ibu menyemprotnya dengan racun dan mencincang seluruh tubuhnya. Dia mengambil bensin dan korek api -kamu pasti tau ini keluar darimana- dan membakar tubuh makhluk tersebut. Wow. Aku tidak pernah melihat Ibu sebuas ini sebelumnya.
Siapa sangka seekor cacing gelang bisa mengeluarkan sisi terliar Ibu.

“Nah. Sudah selesai.” Ibu menyeka peluh di kening dan lehernya. “Semoga kamu tidak cacingan lagi. Lain kali, pakai sendal kemanapun kamu pergi. Jangan makan sembarangan. Tidak usah lagi berenang di parit depan rumah Haji Sanusi.

Aku hanya menggangguk mengiyakan. Buru-buru cebok, mengenakan sendal dan berlari ke arah rumah. Dari rumah, aku melihat ibu membersihkan bekas-bekas pertempuran tadi. Ibu menimbunnya dengan tanah, membereskan peralatan perang, lalu bersenandung dalam perjalanan ke rumah.

***
Setelah Ibu Zubaidah dan Ase masuk ke dalam rumah, tubuh cacing itu perlahan menggeliat kembali. Bergerak-gerak kesakitan karena bokongnya baru saja dicincang oleh seorang manusia. Lalu masuk ke dalam tanah, mempersiapkan rencana balas dendam.

-TAMAT

Setelah beberapa windu terlewati, akhirnya aku menulis cerpen lagi. Sebenarnya cerpen ini udah lama banget mendekam di folder “Draft”. Tapi, tidak kunjung dipublish. Aku juga udah lama banget gak bikin artikel lagi. Mulai merasakan nikmatnya menjadi blogger murtad. Bikin ketagihan ternyata.

Semoga aku bisa kembali bercerita di blog ini. Oh ya, cerpen ini terinspirasi dari kisahku ketika kecil. Aku pernah pup, dan yang keluar itu cacing. Menyeramkan banget. Aku sampe nangis-nangis ketika itu. Baru kali ini pup ku menjelma menjadi makhluk hidup.

Setelah terkenang akan kejadian tersebut, aku pun menuliskan cerpen ini. Kamu juga pernah pup dan yang keluar cacing? Yuk, ceritakan di kolom komentar. Segala kritik dan saran terhadap cerpen ini juga sangat ditunggu.

Sekian untuk kali ini.

Salam Asal



Lanjut Baca Terus >>>

Sunday, April 24, 2016

[KONSULTASAL] Cinta Kepada Kakak Guru



Rasanya udah berbulan-bulan segmen KONSULTASAL tidak pernah lagi diupdate. Merasa bersalah juga dengan para pasien yang udah curhat tapi gak dipublish di blog. Maafkan aku ya. Huu. Beberapa curhatan yang udah lama, terpaksa aku balas via email aja.

Aku sempat mengira gak bakal ada yang mau curhat lagi. Eh, taunya beberapa hari yang lalu ada email masuk dan curhat. Ternyata, kalian masih percaya dengan kemampuanku yang asal-asalan.
Penasaran seperti apa curhatan kali ini? Langsung baca aja, yuk.

Saya,mau cerita. Nama saya Isa. Ini kisah cinta saya yang pertama. Saya kenal dia dari tempat les. Pertama melihatnya, gak tau kenapa rasa ini beda. Abis itu dia nanya nama saya. Kata dia “Nama kamu siapa?” Terus dia nanya sekolah juga. Ehhh gak disangka-sangka, saya satu sekolah sama dia. Bedanya dia sma, saya smp. Setiap malam saya ketemu dia di tempat les dan dia guru les.

Terus yg bikin saya baper sama dia, kalau habis pulang les pasti kan salim. Di situ saya merasa senang karena saya bisa megang tangannya dia. Gak tau kenapa ya tangan saya kalau lagi salim sama dia suka dipegangin melulu. Kenapa saya suka sama dia karena langka cowo kaya dia. Trus lama lama saya punya perasaaan yang sangat dalam sama dia. Saya pernah menceritakan dia di depan teman-teman saya. Gak tau kenapa saya mengeluarkan air mata. Udah satu tahun saya menunggu dia. Saya udah gak tahan lagi dengan keadaan cinta yang terpendam.

Suatu hari lewat dari bbm, saya ngomong,
“Ka saya suka sama kakak.”
“Ini beneran Isa?”
“Iya”
“Kamu sukanya dari kapan?”
“Dari pertama ngeliat kakak. Terus, responnya gimana, kak?”
“Respon apa?”
“Perasaan kakak ke saya”
“Kalo sekarang, saya anggap kamu sebagai adik gapapa kan? Tapi adik ke kakaknya melebihi seperti seseorang kekasih”

Di situ saya merasa bodoh karena udah memberitahu perasaan yang sebenarnya. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mau gimana lagi, terima aja dengan kenyataan. Tolong responnya ya, Bang.

Hai Isa. Terimakasih sudah berpartisipasi di segmen KONSULTASAL ya. Aku sebenarnya heran, loh. Masih ada aja yang mau curhat. Padahal blog ini udah lama kuanggurin. Kamu pembaca setia ya? Jadi terharu nih.

*Plis. Jawab iya aja. Lagi butuh dukungan moral gara-gara skripsi kampret*
Membaca ceritamu, aku jadi inget dengan masa-masa SMP. Dulu ketika aku masih SMP, nyolek pundak cewek rasanya grogi banget. Itulah makanya aku selalu nyolek dada mereka. Eh.

Btw, aku harus ngucapin selamat nih ke orang yang kamu taksir. Kita kasih namanya siapa ya? Budi aja gimana?

Budi ini, walaupun masih SMA, tapi udah jadi guru les. Salut, loh aku. Pas aku SMA, boro-boro jadi guru les. Ngajarin adik sepupu aja kadang males-malesan. Apalagi kalau pelajaran matematika. Behh, aku iya-iyain aja semuanya. Biar cepet. Besoknya, ketika pulang sekolah, tanpa babibu dia langsung ngelakuin suplex. Dasar sepupu kurang ajar.

Cerita kamu juga belum lengkap nih. Kamu belum ngasitau apa yang bikin Budi langka? Apakah dia termasuk mamalia berputing hexagonal yang akan segera punah? Apakah dia akan menjadi target petisi para pecinta alam berikutnya? Atau apa? Aku belum ngerti nih.

Atau dia langka karena sentuhan tangannya mampu menggetarkan sukmamu? Sehingga kamu jadi menggelinjang keenakan? Pasti tangannya sering dipake olahraga lima jari, makanya bisa mengirim sinyal seperti itu. Maaf rada vulgar. Habisnya, aku membayangkan kamu salim ke Budi, dan tanganmu dipegang-pegang. Pikiranku mendadak kotor. Apa yang sebenarnya dia lakukan ke tanganmu? Apakah dia juga melakukan hal yang sama ke anak didik yang lain? Yang salim gak kamu doang, toh?

Sekarang, gua paham kenapa dia mau jadi guru les. Hmm..

Kamu juga patut diacungin jempol. Menahan perasaan satu tahun itu jago loh. Bukan mendiskreditkan, tapi untuk ukuran anak SMP yang biasanya cuma mengalami cinta monyet, kamu malah mempertahankan cintamu selama satu tahun. Para selebritis yang doyan kawin cerai harus belajar setia dari kamu.

Sayangnya, cinta kamu tidak berbalas ya. Malah masuk ke kaka adik zone. Aku sebenarnya bingung dengan banyaknya zona percintaan jaman sekarang. Dulu, tuh kalau gak suka ya ditolak. Kalau suka ya jadian. Nggak masuk ke dalam berbagai pembagian zona. Kakak adik yang lebih dari sepasang kekasih. WTF!


Kakak-adik macam apa itu. Itu sih artinya kakaknya pengen nyari adiknya pas lagi sange doang. Pas lagi senang, ya pergi sama yang lain. Seriusan, deh. Cowok gak mungkin nolak kalau dia juga suka sama cewek tersebut. Ada tiga alasan mengapa mereka memilih kakak-adik zone:

1. Dia homo
2. Dia pengen manfaatin kamu
3. Menurutnya, kamu jelek

Kalau kamu gak jelek, dan gak merasa dimanfaatin juga, ya berarti dia suka hap hap.

Kamu harus belajar satu hal dari cowok. Mereka yang menolakmu mentah-mentah jauh lebih baik daripada mereka yang menolakmu, tapi masih menginginkan lebih darimu. Setidaknya, yang menolakmu mentah-mentah hanya membuatmu menangis sehari semalam. Yang menolakmu tapi menginginkan lebih, akan membuatmu menangis setiap hari.

Kalau dia selingkuh, kamu mau ngasih kata-kata pedas macam apa coba? Ngundang tim katakan putus, supaya hostnya yang lebay itu muncrat-muncratin si Budi dengan air liur?

Kamu nggak bakalan bisa ngelakuin itu, Sa. Apa yang mau diputuskan kalau tali pengikatnya saja tidak ada?

Berhentilah percaya akan keberhasilan segala macam zona percintaan. Itu hanyalah alasan supaya mereka tetap bisa merengkuhmu, ketika pacar aslinya tidak bisa memberikan cinta. Yah, kecuali kamu emang pengen dimadu gitu, sih.

Kamu tau kan kenapa disebut dimadu? Soalnya cuma diambil madunya, doang. Tapi, yang berurusan dengan lebahnya, ya orang lain.



Tetaplah menjalin komunikasi dengannya, tapi jangan menjalin hubungan-kakak-adik-tapi-kayak-kekasih dengannya. Jadi, teman biasa aja yang tidak melibatkan cinta. Yakinlah, kisah ini nantinya akan kamu kenang sebagai salah satu cerita konyol yang kamu sendiri heran kenapa bisa terjadi. Kamu masih SMP loh. Masih panjang jalanmu untuk merasakan berbagai kisah romansa. Tsahh. Tapi, kalau kamu gak mau lagi berhubungan dengannya nggak masalah, sih.


Tak perlu pisau untuk membunuh cinta. Yang kamu butuhkan hanya ucapan selamat tinggal. As Seen On TV, Christian Simamora.

Untuk sekarang, fokuslah ke sekolahmu. Bersenang-senanglah dengan teman-temanmu. Tapi, jangan sampai kelewatan gaul juga. Jalinlah beberapa hubungan percintaan yang JELAS. Bukan yang masuk ke dalam berbagai zona. Setidaknya kamu punya stok mantan. Bukan stok nyaris kekasih.

Semoga pikiran kamu tercerahkan. Sekali lagi terimakasih sudah mau curhat di segmen KONSULTASAL. Buat temen-temen yang lain, yang udah melalui banyak sekali kondisi percintaan, kasih saran dong bagaimana seharusnya Isa bersikap.

Ceritakan juga di kolom komentar bagaimana pendapatmu soal jenis-jenis zona percintaan sekarang ini.

Sampai jumpa di segmen KONSULTASAL berikut. Semoga masih ada yang curhat. Kalau kamu berminat curhat, jangan ragu-ragu untuk mengirim curhatanmu ke azeegha@gmail.com ya.

Salam Asal.



Lanjut Baca Terus >>>

Sunday, March 13, 2016

[Puisi] Aku Suka Melakukannya

Aku suka melakukannya
Menyusuri jalanan dengan kaki terkapar
Mencari-cari wangimu di balik kerumunan
Mengendus jejakmu yang makin samar

Aku suka melakukannya
Membangkitkan zombie-zombie kenangan dari alam kubur
Memasrahkan diri diterkam oleh mereka

Aku suka melakukannya
Melakukan napak tilas
Menjadikan bayanganmu sebagai kompas
Merengkuhmu dalam ketiadaan

Aku suka melakukannya
Menghabisi atap kampusmu dengan tatapanku
Menertawakan aroma tubuhku yang beringsut menjumpaimu
Mengutuk kepolosanku yang bagai tetes embun pertama

Atap kampusmu adalah saksi bisu berbagai kisah
Kisah dimana pelukanku dan pelukanmu membuat Cupid mati cemburu
Kisah dimana keningmu adalah ladang yang menanti gerimis ciumanku
Kisah dimana tautan jari kita menuai caci kenikmatan

Oh, aku paling suka melakukan yang ini
Melirik akun media sosialmu
Bertaruh dengan gerobak tukang sate
“Dia juga merindukanku!”

Sialnya, kekalahanku seterang gerhana matahari
Aku KO terkena hook pelukan mesramu dengan pria lain

Keseharianmu adalah oase bagiku
Oase yang membuatku kehausan
Oase yang mengirimkan imaji fatamorgana
Oase terkutuk yang membuatku sakaw

Karena itu, aku suka melakukannya
Mengingat kejahatanmu
Meludahi pengkhianatanmu
Menginjak-injak cairan masa lalumu
Yang melekat bagai parasit

Ah, ini bukan apa-apa
Bukan benci
Aku hanya suka melakukannya
Merasakan tikaman-tikaman tersebut lagi dan lagi
Memenuhi hatiku dengan hormon penderitaan
Lalu tertawa bagai bekantan

Aku hanya suka melakukannya
Sama halnya
Aku masih suka kamu

Sebagai bunga inspirasi

***

Udah lama banget gak nulis beginian lagi. Gara-gara baca Supernova jadi ketularan, deh. Semoga, ke depannya bakal ngepost fiksi dan artikel lagi. Doakan saja, ya.

Kamu pernah teringat mantan juga? Berbagi cerita dong di kolom komentar. Kritik dan saran untuk puisinya juga sangat dinantikan.

Salam Asal!
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, February 22, 2016

3 Artis Indonesia Yang Menginspirasi Gaya Hijab Wanita Indonesia

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sehingga Indonesia sering dijadikan referensi negara islam lainnya karena kebanyakan pemeluk islam di Indonesia adalah penganut islam modern. Maka hal ini pun juga menularke fashion ala islami, terutama para wanita. Gaya hijab wanita Indonesia merupakan gaya hijab paling fashionable di dunia sehingga banyak dari wanita kita yang punya inovasi-inovasi bagus untuk bergaya hijab yang stylish serta menarik.

Nah, tentu hal ini biasanya dimulai oleh para selebritas yang menciptakan trendsetter gaya hijab yang fashionable sehingga ditiru oleh banyak wanita di Indonesia. Banyak dari artis kita yang mempunyai gaya hijab trendy, namun hanya 3 artis ini yang paling menginspirasi. Lalu siapakah mereka? Yuk kita cek di bawah :


Dewi Sandra



Anda tentu tahu dengan Dewi Sandra, seorang penyanyi yang sudah lama malang melintang sebagai penyanyi professional. Dewi Sandra memutuskan untuk mengenakan hijab pada tahun 2012 lalu. Saat mengenakan hijab, Dewi Sandra tampil dengan gaya hijab yang sangat stylish sehingga sangat menginspirasi wanita Indonesia. Selain itu, Dewi Sandra juga semakin cantik saat mengenakan hijab, ditambah lagi ia didapuk menjadi ambassador produk kecantikan wanita muslimah yang sangat terkenal, tentu hal ini semakin membuat Dewi Sandra jadi lebih menginspirasi. Jika Anda ingin bergaya layaknya Dewi Sandra, Anda bisa cek promo belanja online hijabenka yang banyak menyuguhkan aksesoris hijab yang sangat cocok untuk wanita muslimah.

     Dian Pelangi


Rasanya Anda tidak perlu dijelaskan lagi tentang nama ini karena ia sudah sangat terkenal di dunia fashion muslimah. Wanita yang satu ini merupakan selebritas yang terkenal akan inovasi gaya hijabnya sehingga rancangan gayanya banyak menjadi favorit wanita-wanita muslim Indonesia. Selain itu, desainer gaya hijab modern ini juga sudah sering diundang ke acara fashion internasional, seperti London Fashion Week 2015 dan New York Fashion Week Fall Winter 2015.

Inneke Koesherawati


Yang satu ini merupakan artis lawas yang kerap menggunakan pakaian seksi sewaktu ia masih remaja dulu. Namun, kini Inneke total merubah gayanya dengan berhijab yang sangat fashionable. Alhasil, Inneke terlihat sangat cantik dan anggun ketika mengenakan hijab sehingga membuat orang sangat terpukau oleh gayanya saat ini. Dengan begitu Inneke pun sering dijadikan referensi terbesar gaya hijab wanita Indonesia masa kini.

Promo Hijabenka juga bisa anda dapatkan di shop.excite.co.id. Anda juga bisa berkesempatan mendapatkan produk-produk menarik dari Excite Shop, caranya mudah, anda hanya diharuskan melakukan register dan berbelanja online melalui situs shop.excite.co.id.

Itulah 3 artis yang mengaplikasikan gaya hijab dengan gaya terbaik sehingga paling banyak mendapat respon dari wanita-wanita Indonesia. Dengan gaya hijab fashionable, artis ini sukses membuat pengaruh besar dalam gaya muslimah wanita Indonesia. Nah, apakah Kamu juga ingin seperti mereka? Maka dari itu segera dandani gaya hijab Kamu sekarang juga.
Lanjut Baca Terus >>>