Saturday, January 18, 2014

Pemerkosaan di Tempat Umum #cerpen

sumber : klik gambar


“Hei, selamat datang. Kamu anak baru ya?” sapa seorang ibu bertubuh gemuk.

Aku mengangguk sambil menyambut uluran tangannya. “Iya. Namaku Nov.”

Dia tersenyum. Senyum yang sangat memikat dan juga menular. “Tiva.”

Aku juga disapa oleh penghuni lainnya. Untunglah,aku langsung mendapat teman disini.
“Eh, kamu harus hati-hati ya disini.” Ibu itu berbisik pelan kepadaku. “Pengunjung disini suka memperkosa barang baru seperti kamu ini.”

Aku terhenyak beberapa saat. Tidak menyangka langsung ditembak dengan perkataan seperti itu. Mustahil rasanya hal seperti itu bakal terjadi di tengah keramaian seperti ini.

Aku berusaha menyungging senyum. “Semoga itu tidak terjadi kepadaku, Bu,” ucapku pelan.

Dia hanya mengedikkan bahunya dan kembali memandangi pengunjung.
Kerumunan orang semakin ramai memenuhi tempat ini. Di ujung sana, ada tiga orang pemuda yang berjalan mendekatiku.

“Eh lihat tuh. Masih baru nih kayaknya. Harus dicoba dulu,” kata seorang pemuda dengan wajah menyeramkan. Wajahnya berwarna merah, penuh oleh tonjolan-tonjolan yang seakan siap meledak.

“Lo amati sekitar. Pastikan keadaan aman.” Kawannya yang berambut gondrong mengulurkan tangannya, hendak membekapku.

Astaga. Sepertinya perkataan Ibu tadi benar. Aku akan diperkosa. Aku melihat sekelilingku dengan liar, berusaha melarikan diri. Tapi mereka telah mengepungku. Aku tersudut. Temannya yang satu lagi, Si rambut jabrik segera meraih badanku dan membawaku ke tempat sepi, sementara teman-temannya berjaga di sekitarnya. Salahku juga mengenakan pakaian transparan seperti ini.

Ibu Tiva hanya memandangiku nanar. Pandangannya seakan mengatakan, “Maaf, aku tidak bisa menolongmu.”

“Nanti kalau lo udah selesai, gantian ya,” bisik si wajah menyeramkan.

Aku bergidik mendengar kalimat itu. Kupandangi si jabrik dan si gondrong bergantian. Aku memohon, memelas, menangis, tapi mereka tidak menghiraukan. Hati mereka seolah terkunci.

Di sekitar kami, orang berjalan lalu lalang. Mereka hanya melirik sekilas ke arahku namun tidak bertindak untuk menyelamatkanku. Dimana hati nurani manusia jaman sekarang?

“Hai manis. Aromamu sangat menggoda. Kamu tahu? Aku gampang terangsang dengan aroma seperti ini.” Wajah si jabrik membentuk sebuah seringai menyeramkan.

Dia mulai menggerayangi badanku. menjamah semua bagian tubuhku satu persatu. Bagian depan dan belakang tidak luput dari jamahan tangannya yang kasar.
Ahhhh. Apakah itu desahanku? Tidak mungkin aku menikmati perlakuannya.

Jari-jarinya menelusuri setiap jenjang tubuhku. Dengan satu tarikan kecil, dia membuka pakaianku mulai dari atas. Aku berusaha berontak, tapi tenaganya terlalu besar.
“Haha. Benar-benar mulus.” Dia membelai tubuhku. Sentuhan itu mengirimkan sengatan listrik ke sekujur tubuhku.

“Ahhhhh. Hentikann. Ohhhh.”

Dia membuka pakaianku perlahan-lahan. Menikmati setiap koyakan dan tarikan yang dia lakukan kepadaku. Benar-benar iblis.

Dia tersenyum. Seakan mengagumi hasil karyanya. Atau lebih tepatnya, mengagumi tubuhku yang sudah telanjang bulat. Aku berusaha sebisa mungkin menutup tubuhku. Aku malu diperlakukan begini.

“Ekhm, Mas.” Tiba-tiba seorang cowok berseragam muncul di belakangnya.
“Selamatkan aku. Tolong..” rintihku.

Cowok itu menunjuk diriku, “Membuka bungkus buku, berarti beli ya, Mas. Silakan segera bayar di kasir.”

Jabrik dan gondrong hanya cengengesan. Muka mereka memerah, seperti kepiting rebus. Sedangkan Si wajah menyeramkan telah melarikan diri. Huh, kenapa mereka semua tidak dihukum saja? Masalah pemerkosaan selesai hanya dengan membayar. Negara macam apa ini.



semoga tidak ada yang tiba-tiba horny ketika membaca cerpen ini. haha. ide ceritanya berasal dari kelakuan gua yang suka bukain buku yang masih disampul di gramed. maafkan aku wahai gramedia








79 comments:

  1. hahaha... sudah gue duga endingnya

    kirain makanan ternyata buku

    bagus banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dugaan lo salah dong kalau gitu. haha
      gimana caranya memperkosa makanan?

      Delete
    2. wkakaka...kirain coklat atau oreo gitu #pfftt

      Delete
  2. ini ngomongin buku dong ya? wkwkwk. oke judul dan ceritanya ambigu banget, tapi metaforanya pas dan rapi. keep writing ya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini bukannya personifikasi ya?

      iya. makasih ya

      Delete
  3. Hahaha tadi sempet kaget juga jadi aku skip-skip bacanya, ternyata sampul buku ya :p
    aku ulang lagi aah bacanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kan. makanya jgn berpikiran negatif dulu

      Delete
  4. wkwkwk, ini baru tidak tertebak:D

    wah yang koment cwe smua nih:D, gue sendirian yang cwo

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karna lo demen merkosa buku. haha

      Delete
  5. Duh, kak-_- ceritanya padahal udah anu.

    ReplyDelete
  6. tenyata bungkus buku ya -_-
    negara macam apa ini -_-

    ReplyDelete
  7. rugi ya kalau diperkosa gitu, duhdhudhuh

    ReplyDelete
  8. Wakaka, unexpected bener. Kasian bukunya ya. Saya nggak pernah ngelakuin gitu sih. Tapi kadang berterima kasih juga sama "pemerkosa", saya jadi nggak perlu berbuat dosa untuk numpang baca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti lo merkosa buku yang telah diperkosa. kejam

      Delete
  9. asem lo man. dari kemarin gue silent reader. sekarang gue horny mau komen. endingnya kampret banget -.-

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti selama ini lo stalking gua. ternyata lo suka gitu ya, Bon

      Delete
  10. Hahaha, ternyata bukan gue doang yang ceritanya biadab. Ini juga, kampret. Tadi pake segala nyalahin orang lagi. Dasar kau tukang pemerkosa buku. Enyah lah! :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau cerita lo emang gak nyambung. gua masih ada nyambungnya. lo juga demen merkosa padahal

      Delete
  11. Hhaha...
    Udah gue duga pasti endingnya kampreeet, tapi gue tadi bingung ini lagi pemerkosaan apa ya? Ternyata buku. --"
    Ya sudahlah...
    Gilaaa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. endingnya bayar di kasir kok. gak kampret2 amat. haha

      Delete
    2. Iye dah, lo ada benernya juga.
      Bayar di kasir.
      :)
      Hhaha...

      Delete
  12. Wakakaka keren ceritanya, cerita seperti ini banyak diburu orang, tapi siap-siap dilempar bata wkwkwkwkwkw sekali lagi keren idenya :D
    Boleh minta follback blognya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah. kok malah dilempar bata ya. haha.

      dengan senang hati akan gua follback bro

      Delete
  13. Sejenis ketipu gitu ya hahaha, set nya rapih banget sampe endingnya gak ketebak. Keren ! :D

    ReplyDelete
  14. owh... pantes buku2 di Gramed udah pada ilang plaastiknya. jadi ini orangnya. ckckck *geleng2*

    ReplyDelete
  15. ............nyaris horny.. huff.. untung gak jadi....
    *elus elus dada* *dada Trafalgar Law*

    ReplyDelete
  16. ohh.... lo toh pelaku utama dari buku-buku yang udah kebuka plastiknya itu Ga?? tapi makasih loh.. berkat lo gue jadi bisa ikutan baca..waahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. lo lebih jahat cup. lo merkosa buku yang telah diperkosa

      Delete
  17. Gue belum genep 17 tahun. Tapi barusan ngebaca. wkwk

    ReplyDelete
  18. hampir gue terhipnotis tulisan desah-mendesah tadi. ternyata, lo prekosa plastik bungkus buku di gramed -___-

    ReplyDelete
  19. judulnya serem tapi ternyata isinya beda

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. itu sih sengaja. supaya banyak yang tertarik untuk membacanya

      Delete
  20. Hahaha jauh paraah sama judulnya, keren lo bisa narik perhatian orang hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena menarik perhatian pembaca itu yang susah bro. jadi judulnya harus kontroversial

      Delete
  21. Arghhhh, gue udah ngira kalo endingya bakal aneh:D
    keren cerpennya bang !!!

    ReplyDelete
  22. duh. gagal horny nih mas. wakakakk

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus deh. setidaknya mengemat penggunaan tisu di rumah lo. haha

      Delete
  23. makin jago aja lo nulis begituan, good good..

    ReplyDelete
  24. Duuh dimana hati nurani manusia zaman sekarang?
    padahal gue udah menghayati tuh bacanya, eh ternyata wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. ah, yang ginian aja mah lo menghayati

      Delete
  25. Oh, ternyata elo si jabrik? wkwkwk gokil.

    ReplyDelete
  26. terus kalau gue berpikiran kearah situ emang salah ya bang?
    okeh postingan lo udah berhasil untuk nipu gue. Makasih :3

    ReplyDelete
  27. oke. pikiranku negatif berarti. gak kepikiran buku sama sekali. hahahahaha.

    ReplyDelete
  28. Astaga untung postingannya pendek, coba kalau panjang.
    Kebayang dah expresi pembaca, Haha...

    ReplyDelete
  29. Bahahaha ini nih yang sring memperkosa buku di Gramedia!!! Ehmmm sama dong ya kita :p #ehh #plak

    ReplyDelete
  30. hahaha gw pikir makanan cuy, , ,
    mantap mantap mantap . . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh. muncul lagi lo bro. haha
      makasih bro

      Delete
  31. Gue masih nggak ngerti jalan ceritanya ._.

    ReplyDelete
  32. berarti gak dosa2 amat dong ya, ngintip2 buku yg udah kebuka dikit di gramed. yg buka jg siapa.. -_- wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. awas loh nanti bintitan matanya kebanyakan ngintip

      Delete
  33. Yaelah. Aku kira apaan gitu sampai aku takut buat bacanya. Ternyata, setelah dibaca, ehhh... sampul buku to-_-

    ReplyDelete
  34. dafuq.. anjir.. antimainstream ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. komen lo segini aja. dasar illuminati bajakan

      Delete
  35. Gue bukan cenayang tapi gue bisa nebak ujungnya, yes! :p

    ReplyDelete
  36. kamprettt lo bang... gila lo malah udah no 45.. hahaha. keren keren..

    ReplyDelete
  37. Keren banget gan, abis baca ending nya ane gak bisa nahan tawa... Kok bisa ya gak nembak ending cerita nya..

    ReplyDelete
  38. Haha sumpahhhhh.... gue pikir berani bener nie anak bikin cerpen mesum... wkwkwkwkwkw

    ReplyDelete

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu diharamkan